BEIJING: Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi, tiba di Beijing untuk memulai kunjungan resmi ke China yang berlangsung dari 12 hingga 14 April. Kedua pihak menyebut kunjungan ini sebagai langkah untuk memperdalam hubungan bilateral dan memperluas kerja sama di berbagai sektor prioritas. Kementerian Luar Negeri China mengatakan kunjungan ini dilakukan atas undangan Perdana Menteri Li Qiang, sementara Abu Dhabi mengatakan kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan strategis komprehensif kedua negara.

Sheikh Khaled didampingi oleh delegasi senior yang meliputi Sheikh Zayed bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Utusan Khusus untuk China Khaldoon Al Mubarak, Menteri Perindustrian dan Teknologi Maju Sultan Ahmed Al Jaber, Menteri Investasi Mohamed Hassan Alsuwaidi dan Menteri Perdagangan Luar Negeri Thani Al Zeyoudi, bersama dengan pejabat senior lainnya. Delegasi tersebut menyatukan berbagai bidang yang mencakup investasi, industri, perdagangan, diplomasi, dan koordinasi kelembagaan antara Abu Dhabi dan Beijing.
Kunjungan ini terjadi ketika UEA dan China terus membangun hubungan yang telah ditingkatkan secara bertahap oleh kedua pemerintah selama dekade terakhir. Kedua negara menandai 40 tahun hubungan diplomatik pada tahun 2024, dan kedutaan UEA di Beijing mengatakan hubungan tersebut mencapai tingkat kemitraan strategis komprehensif selama kunjungan Presiden Xi Jinping ke Emirat pada tahun 2018. Pernyataan resmi UEA menjelang perjalanan tersebut menggambarkan kunjungan itu sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memajukan hubungan yang telah lama terjalin dan mendukung kerja sama pembangunan dan ekonomi.
Hubungan perdagangan dan investasi
China tetap menjadi mitra dagang global utama UEA, sementara UEA mempertahankan posisinya sebagai mitra dagang terbesar China di Timur Tengah dan Afrika Utara, menurut pernyataan terbaru dari kementerian ekonomi UEA. Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa perdagangan non-minyak antara kedua negara mencapai sekitar $90 miliar pada tahun 2024. Pada paruh pertama tahun 2025, perdagangan non-minyak meningkat 15,6% dari tahun sebelumnya menjadi hampir $50 miliar, memperluas hubungan komersial yang mencakup energi, logistik, manufaktur, pasar konsumen, dan aktivitas ekspor ulang.
Jejak bisnis telah meluas seiring dengan arus perdagangan tersebut. Pejabat UEA mengatakan bahwa pada akhir Juli 2025, hampir 16.500 lisensi perdagangan Tiongkok aktif di UEA, meningkat lebih dari 18% dari periode yang sama tahun sebelumnya, sementara jumlah agen perdagangan Tiongkok yang beroperasi di negara tersebut mencapai 533. Kontak ekonomi bilateral baru-baru ini telah menyoroti sektor-sektor termasuk industri ekonomi baru, kewirausahaan, pariwisata, energi bersih, penerbangan, transportasi dan logistik, di samping hubungan perdagangan dan energi tradisional.
Agenda kerja sama yang lebih luas
Agenda yang semakin luas tersebut tercermin dalam mekanisme resmi antara kedua pemerintah. Pada pertemuan kedelapan Komite Ekonomi, Perdagangan, dan Teknis Gabungan mereka pada Februari 2024, UEA dan Tiongkok sepakat untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang termasuk teknologi, aktivitas ekonomi sirkular, penerbangan, dan transportasi logistik. Pertukaran resmi lainnya pada tahun 2025 berfokus pada manufaktur, investasi, pariwisata, dan hubungan komersial regional. Pertukaran tersebut mencakup banyak sektor yang sama yang disebutkan oleh kedua belah pihak seputar kunjungan Sheikh Khaled.
Kunjungan Sheikh Khaled ke Beijing menempatkan kerangka kerja tersebut sebagai pusat dari keterlibatan diplomatik tingkat tinggi yang dipimpin dari Abu Dhabi dan didukung oleh para menteri yang bertanggung jawab atas beberapa portofolio perdagangan, investasi, dan industri terbesar di UEA. Perjalanan ini dijadwalkan berlangsung hingga 14 April dan mengikuti serangkaian pertukaran resmi yang telah memperdalam hubungan di bidang perdagangan, teknologi, energi, dan transportasi. Kunjungan ini juga menyoroti luasnya hubungan bilateral yang kini mencakup diplomasi, perdagangan, industri, dan kerja sama kelembagaan. – Oleh Content Syndication Services .
Artikel berjudul "Sheikh Khaled memulai kunjungan ke Beijing untuk memperdalam hubungan UEA-China" pertama kali muncul di Gulf Peninsula .
