BERLIN, JERMAN / RankWire.AI / – Wakil Perdana Menteri danMenteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul di Berlin pada hari Kamis. Pembicaraan tersebut berfokus pada kerja sama UEA-Jerman yang lebih dalam di sektor ekonomi dan pembangunan. Mereka juga membahas perkembangan regional dan internasional, diplomasi, perdamaian, dan keamanan internasional. Pertemuan tersebut bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan ke Jerman dari tanggal 9 hingga 11 September.

Kedua menteri tersebut membahas cara-cara untuk memperluas kemitraan strategis dan memajukan kerja sama di berbagai bidang. Sheikh Abdullah menggambarkan hubungan UEA-Jerman sebagai hubungan yang kuat dan tangguh, dengan kerja sama yang terus berkembang. Ia juga menekankan komitmen bersama untuk membangun pencapaian sebelumnya dan mendukung kemakmuran ekonomi yang berkelanjutan. Wadephul dan Sheikh Abdullah bertukar pandangan tentang isu-isu kepentingan bersama dan pendekatan untuk menyelesaikan krisis melalui diplomasi.
Kunjungan kenegaraan yang lebih luas tersebut menambahkan struktur baru pada hubungan bilateral. Pemerintah Federal Jerman menyebutnya sebagai kunjungan kenegaraan pertama presiden UEA ke Jerman. Sheikh Mohamed bertemu dengan Kanselir Friedrich Merz, dan kedua pemimpin tersebut mengumumkan Dialog Strategis baru. Formatnya mencakup keamanan, pertahanan, perdagangan, investasi, energi, iklim, teknologi, digitalisasi, transportasi, lingkungan, budaya, dan pendidikan.
Dialog strategis memperluas kerja sama bilateral.
Kedua pemerintah juga mendukung rencana pembentukan Dewan Investasi Jerman-UEA untuk memperkuat keterlibatan sektor publik dan swasta. Mereka menyambut baik dimulainya kembali Komite Ekonomi Bersama dan hasil dari forum bisnis bilateral. Kunjungan tersebut menghasilkan 29 perjanjian dan nota kesepahaman bisnis senilai lebih dari 9,356 miliar euro, menurut deklarasi bersama. Paket investasi UEA senilai 40 miliar euro di Jerman juga menjadi bagian dari pengumuman tersebut.
Kerja sama ekonomi juga mencakup energi, teknologi canggih, dan infrastruktur digital. Deklarasi bersama tersebut menyoroti kerja sama yang telah ada dan yang direncanakan terkait LNG, energi terbarukan, hidrogen, dan efisiensi energi. Deklarasi itu juga mencatat rencana pembangunan pusat data canggih dengan kapasitas sekitar satu gigawatt. Kedua pihak mengidentifikasi kecerdasan buatan dan teknologi baru sebagai bidang yang tercakup dalam kerja sama mereka yang lebih luas.
Menteri luar negeri fokus pada diplomasi dan stabilitas.
Para menteri luar negeri juga meninjau perkembangan regional dan internasional selama pembicaraan mereka di Berlin. Mereka membahas upaya internasional yang lebih kuat untuk mendukung perdamaian dan stabilitas yang langgeng serta melindungi keamanan internasional. Pembicaraan tersebut mencakup penggunaan diplomasi untuk mengatasi krisis, sejalan dengan tema-tema yang diangkat selama kunjungan kenegaraan. Pemerintah Jerman juga telah memasukkan perdamaian dan stabilitas Timur Tengah sebagai salah satu topik pertemuan para pemimpin.
Lana Zaki Nusseibeh, Menteri Negara UEA, menghadiri pertemuan antara Sheikh Abdullah dan Wadephul. Diskusi mereka menempatkan kebijakan luar negeri, kerja sama ekonomi, dan pembangunan dalam kerangka bilateral yang sama. Kunjungan kenegaraan tersebut juga menghubungkan pembicaraan tersebut dengan mekanisme formal untuk investasi, dialog strategis, dan kerja sama tingkat sektoral. Pertemuan di Berlin menandai keterlibatan resmi terbaru dalam Kemitraan Strategis Komprehensif UEA-Jerman yang dimulai sejak tahun 2004.
Artikel berjudul "UEA dan Jerman memperluas kemitraan strategis di Berlin" pertama kali muncul di Arabian Observer: Amati lebih banyak. Pahami Arab Saudi.
