Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) telah menyelesaikan orbitnya yang ke-150.000 mengelilingi Bumi, menurut pernyataan dari Roscosmos pada hari Selasa. Tonggak sejarah ini, yang menandai pencapaian penting dalam penerbangan antariksa manusia, terjadi lebih dari 25 tahun setelah peluncuran stasiun tersebut ke orbit. Roscosmos melaporkan bahwa orbit peringatan tersebut berlangsung antara pukul 1:32 siang dan 3:05 siang waktu Moskow, dengan stasiun tersebut melakukan perjalanan dari Sumatra, Indonesia, ke Samudra Hindia.

Selama masa operasionalnya, ISS telah menempuh jarak sekitar 6,4 miliar kilometer, setara dengan 30 kali jarak rata-rata dari Bumi ke Mars, dan hampir mencapai lintasan orbit Pluto. ISS pertama kali diluncurkan pada 20 November 1998, dengan penyebaran modul kargo fungsional Zarya. Sejak saat itu, ISS tetap menjadi landasan kolaborasi antariksa internasional, menampung astronot dari berbagai badan antariksa, termasuk NASA, ESA, JAXA, dan CSA. Stasiun ini mengorbit Bumi pada ketinggian rata-rata 420 kilometer dan menyelesaikan sekitar 16 orbit per hari.
Dirancang sebagai laboratorium penelitian gravitasi mikro, ISS telah memfasilitasi banyak terobosan ilmiah di bidang-bidang seperti kedokteran, ilmu material, dan astrofisika. ISS terus berfungsi sebagai tempat uji coba bagi teknologi yang mungkin penting bagi misi luar angkasa masa depan, termasuk misi berawak potensial ke Mars. Meskipun berhasil, ISS diperkirakan akan dinonaktifkan pada akhir dekade ini, dengan diskusi yang sedang berlangsung mengenai penggantinya.
NASA dan mitra internasionalnya telah mengusulkan transisi ke stasiun ruang angkasa komersial dan memperluas eksplorasi bulan melalui program Artemis. Orbit ke-150.000 menggarisbawahi kontribusi abadi stasiun tersebut terhadap eksplorasi ruang angkasa dan kerja sama internasional, yang memperkuat perannya dalam memajukan keberadaan manusia di luar Bumi. – Oleh Meja Berita EuroWire.
