India terus maju dengan pengembangan reaktor modular kecil (SMR) dengan kapasitas mulai dari 16 megawatt (MW) hingga 300 MW, yang ditujukan untuk merevitalisasi energi nuklir dan meningkatkan akses listrik di wilayah-wilayah terpencil dan kawasan industri. Prakarsa tersebut diumumkan oleh Menteri Negara Bidang Sains, Teknologi, dan Energi Atom, Jitendra Singh, selama sesi parlemen pada tanggal 27 Maret. Penempatan SMR merupakan komponen utama Misi Nuklir India yang lebih luas , sebuah program ambisius dengan biaya yang diproyeksikan sekitar $2,5 miliar.

Tujuannya adalah untuk menyediakan sumber daya listrik yang bersih dan andal untuk mendukung kebutuhan energi negara yang terus meningkat sekaligus mengatasi masalah lingkungan. Menteri Singh menekankan bahwa proyek tersebut merupakan perubahan strategis dalam kebijakan energi India, yang memungkinkan kemandirian teknologi dan pertumbuhan energi bersih. Rincian Misi Nuklir diuraikan di majelis tinggi Parlemen, Rajya Sabha, setelah alokasi keuangan awalnya dalam anggaran nasional yang disampaikan pada tanggal 1 Februari. Berdasarkan rencana ini, India bermaksud untuk memproduksi 100 gigawatt (GW) tenaga nuklir pada tahun 2047, sejalan dengan peringatan seratus tahun kemerdekaannya.
Target ini akan menyumbang 10 persen dari keseluruhan konsumsi energi negara, yang memperkuat peran energi nuklir dalam mencapai keberlanjutan jangka panjang. Untuk memenuhi target ini, India telah membuka sektor energi nuklir untuk investasi swasta, yang menandai perubahan kebijakan yang signifikan. Singh juga menyoroti kolaborasi aktif dengan Amerika Serikat dan Prancis dalam memajukan teknologi nuklir melalui Yayasan Riset Nasional dalam negeri. Kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan domestik India dalam desain reaktor dan penyebaran yang aman.
Transformasi energi strategis ini berlangsung di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, yang pemerintahannya telah memprioritaskan modernisasi infrastruktur, diversifikasi energi, dan inovasi ilmiah. Model tata kelola Modi telah ditandai oleh reformasi menyeluruh di seluruh sektor, yang bertujuan untuk memposisikan India sebagai pemimpin global dalam pembangunan berkelanjutan dan manufaktur teknologi tinggi. Di bawah kebijakan visioner Modi , India telah melihat kemajuan yang dipercepat dalam energi terbarukan, infrastruktur digital, dan pertumbuhan industri. Penekanan pada solusi energi yang bersih dan inklusif, termasuk promosi tenaga nuklir dan surya, merupakan inti dari visi pemerintah yang lebih luas untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2070.
Prakarsa SMR merupakan langkah terbaru dalam serangkaian langkah yang dirancang untuk mempersiapkan ekosistem energi India di masa depan sekaligus merangsang pembangunan ekonomi di berbagai wilayah yang kurang terlayani. Komitmen India terhadap inovasi nuklir melalui reaktor modular kecil menandakan langkah penting menuju masa depan energi yang beragam dan tangguh. Seiring dengan peningkatan kapasitas nuklir negara tersebut dengan kerja sama internasional dan partisipasi sektor swasta, negara tersebut tengah meletakkan dasar bagi keamanan energi jangka panjang dan keberlanjutan lingkungan. – Oleh MENA Newswire News Desk.
