MENA Newswire , JAKARTA : Jumlah korban tewas akibat tanah longsor di Provinsi Jawa Barat , Indonesia, telah meningkat menjadi 50 orang, kata polisi pada hari Rabu, sementara tim penyelamat terus mencari puluhan orang yang hilang di medan terjal yang dilanda hujan lebat selama beberapa hari. Tanah longsor terjadi sebelum subuh pada hari Sabtu, 24 Januari, di desa Pasir Langu di daerah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sekitar 100 kilometer tenggara Jakarta. Lereng bukit yang jenuh air ambruk, mengirimkan lumpur, bebatuan, dan pohon tumbang ke daerah permukiman dan mengubur rumah-rumah saat banyak warga sedang tidur.

Polisi mengatakan 33 orang masih hilang. Tim identifikasi korban bencana telah bekerja untuk mengkonfirmasi identitas saat jenazah ditemukan dan dipindahkan untuk diproses secara forensik. Para pejabat mengatakan cuaca dan ketidakstabilan tanah telah mempersulit upaya pemulihan dan memaksa tim untuk menghentikan operasi pada waktu-waktu tertentu demi keselamatan.
Tim pencarian dan penyelamatan telah mengerahkan alat berat dan sejumlah besar personel untuk membersihkan puing-puing dan mencapai lokasi penguburan yang diduga. Pihak berwenang mengatakan ratusan responden dari militer, polisi, dan layanan darurat telah terlibat, didukung oleh ekskavator dan mesin lainnya, sementara sukarelawan lokal telah membantu di lapangan.
Operasi pencarian terhambat oleh cuaca.
Tim penyelamat menghadapi curah hujan yang meningkat dan risiko longsor tambahan, yang membatasi penggunaan peralatan dan memperlambat penggalian di beberapa daerah. Para pejabat mengatakan prioritas utama tetaplah menemukan korban selamat dan mengevakuasi jenazah, sekaligus mencegah cedera di antara petugas penyelamat dalam kondisi tanah yang tidak stabil.
Tanah longsor merusak atau mengubur puluhan rumah dan mengganggu akses jalan di distrik perbukitan tersebut, sehingga memicu evakuasi ke fasilitas pemerintah. Pihak berwenang melaporkan bahwa ratusan warga dipindahkan ke tempat penampungan sementara sementara penilaian terus dilakukan di lingkungan sekitar dan petugas memeriksa potensi bahaya tambahan di sepanjang lereng.
Marinir termasuk di antara yang tewas.
Angkatan Laut Indonesia telah mengkonfirmasi bahwa personel marinir termasuk di antara korban setelah sebuah unit berada di daerah tersebut selama kegiatan terjadwal ketika lereng bukit runtuh. Para pejabat melaporkan bahwa 23 marinir tewas terkait insiden tersebut, menambah jumlah korban dalam bencana yang telah berdampak pada penduduk setempat dan personel keamanan.
Indonesia sering mengalami tanah longsor selama musim hujan, terutama di daerah pegunungan Jawa di mana curah hujan yang tinggi dapat membuat tanah jenuh dan menggoyahkan lereng. Medan yang terjal dan permukiman padat di lereng bukit di Jawa Barat dapat meningkatkan risiko korban jiwa ketika hujan deras memicu longsor tiba-tiba.
Pihak berwenang mengatakan operasi pencarian dan identifikasi korban akan terus berlanjut selama kondisi memungkinkan, dengan pembaruan yang diharapkan seiring tim mencapai lebih banyak kantong puing dan menyelesaikan identifikasi. Para pejabat telah mendesak warga di daerah rawan untuk tetap waspada selama periode hujan berkepanjangan dan untuk mengikuti instruksi evakuasi yang dikeluarkan oleh badan penanggulangan bencana setempat.
Artikel berjudul "Indonesia menghitung 50 orang tewas setelah tanah longsor di Bandung Barat menimbun rumah-rumah" pertama kali muncul di Arabian Observer .
