Gunung berapi La Cumbre di Ekuador, yang terletak di kepulauan Galapagos yang terkenal , telah mulai meletus, sebagaimana dikonfirmasi oleh pemerintah Ekuador pada hari Minggu. Kementerian Lingkungan Hidup , seperti dilansir Reuters , menegaskan, saat ini tidak ada ancaman langsung yang ditimbulkan oleh letusan tersebut, mengingat gunung berapi tersebut berada di pulau tak berpenghuni. “Emisi gas dan anomali termal telah diidentifikasi melalui sistem satelit,” kata kementerian dalam pernyataan yang dirilis, menggarisbawahi pengawasan berkelanjutan mereka terhadap gunung berapi tersebut. Yang penting, mereka meyakinkan bahwa letusan tersebut tidak akan mengganggu pariwisata di kepulauan Galapagos.

La Cumbre , yang terletak di Pulau Fernandina, berdiri di antara beberapa gunung berapi aktif yang menghiasi lanskap Galapagos, terletak hampir 1.000 km (600 mil) dari daratan Ekuador. Gambar yang diambil dari kejauhan dan dibagikan ke seluruh platform media sosial menggambarkan pemandangan menakjubkan lava yang mengalir menembus kegelapan sebelum fajar pada hari Minggu. Peristiwa ini menandai letusan pertama La Cumbre sejak tahun 2020, setelah serangkaian tahun yang ditandai dengan aktivitas gunung berapi. Pihak berwenang berspekulasi bahwa letusan ini mungkin melampaui besaran letusan pendahulunya.
