BP, salah satu perusahaan energi terkemuka di dunia, mengumumkan pada hari Kamis pengurangan tenaga kerja yang signifikan sebagai bagian dari inisiatif penghematan biaya yang lebih luas. Raksasa minyak Inggris itu mengungkapkan bahwa sekitar 4.700 pekerjaan akan dipangkas tahun ini, bersama dengan pengurangan 3.000 posisi kontraktor. Langkah tersebut sejalan dengan strategi perusahaan untuk merampingkan operasi dan mencapai penghematan finansial yang substansial di tahun-tahun mendatang. Dalam sebuah pernyataan, BP mengonfirmasi skala PHK tersebut, dengan menggambarkan langkah-langkah tersebut sebagai hal yang penting untuk memenuhi tujuan pengurangan biaya.

Perusahaan ini bertujuan untuk menghasilkan setidaknya $2 miliar dalam bentuk penghematan tunai pada akhir tahun 2026, sebagaimana yang diuraikan oleh CEO Murray Auchincloss tahun lalu. BP saat ini mempekerjakan sekitar 87.800 orang di seluruh dunia, dan pengurangan ini merupakan perubahan signifikan dalam struktur operasionalnya. Meskipun ada pengumuman tersebut, saham BP naik tipis 1,4% pada perdagangan Kamis pagi. Kinerja keuangan perusahaan ini tertinggal dari beberapa pesaingnya di Eropa baru-baru ini, sehingga menimbulkan pertanyaan di kalangan investor tentang arah strategis dan prospek pertumbuhan jangka panjangnya.
Pemutusan hubungan kerja tampaknya merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengatasi masalah ini dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan. Awal minggu ini, BP mengeluarkan pembaruan perdagangan, yang memperkirakan kerugian $100 juta hingga $300 juta pada laba kuartal keempatnya karena margin penyulingan dan aktivitas pemeliharaan yang lebih lemah. Pembaruan tersebut juga memproyeksikan penurunan produksi minyak, yang menambah tantangan yang dihadapi oleh perusahaan energi tersebut dalam lingkungan pasar yang tidak stabil. Kepemimpinan BP telah mengisyaratkan bahwa mereka tetap fokus untuk mengatasi kesulitan ini sambil memposisikan diri untuk pertumbuhan di masa mendatang.
Perusahaan juga telah menjadwalkan ulang acara investor utama yang awalnya direncanakan pada tanggal 11 Februari di New York. Acara tersebut, yang sekarang ditetapkan pada tanggal 26 Februari di London, ditunda untuk memberi waktu kepada CEO Murray Auchincloss untuk pulih dari prosedur medis yang direncanakan. BP menyatakan bahwa Auchincloss pulih dengan baik, tetapi tidak ada rincian lebih lanjut tentang prosedur tersebut yang diungkapkan. Laporan laba BP berikutnya, yang akan mencakup hasil triwulanan dan setahun penuh, dijadwalkan pada tanggal 11 Februari. Perusahaan diharapkan memberikan kejelasan tambahan tentang kinerja keuangannya dan dampak dari langkah-langkah pemotongan biaya selama pengumuman ini.
Sektor energi menghadapi tekanan yang semakin besar untuk beralih dari ketergantungan pada bahan bakar fosil ke alternatif yang lebih bersih, sembari mengelola profitabilitas dan menjaga kepercayaan investor. Seiring dengan penerapan langkah-langkah ini, BP akan tetap menjadi area fokus penting bagi para pemangku kepentingan, yang memantau secara ketat kapasitasnya untuk beradaptasi dengan permintaan pasar langsung dan tujuan transisi energi jangka panjang . – Oleh EuroWire News Desk.
