NASA dan SpaceX berhasil meluncurkan misi awak yang telah lama dinantikan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada hari Jumat, membuka jalan bagi kembalinya astronot AS Butch Wilmore dan Suni Williams yang telah lama ditunggu-tunggu. Kedua astronot veteran tersebut telah berada di ISS selama sembilan bulan, menyusul masalah teknis dengan kapsul Starliner milik Boeing, yang awalnya mengangkut mereka ke stasiun tersebut.

Roket Falcon 9 milik SpaceX lepas landas pada pukul 19.03 ET (23.03 GMT) dari Kennedy Space Center milik NASA di Florida, membawa empat astronot sebagai bagian dari misi Crew-10. Awak baru tersebut akan menggantikan Wilmore dan Williams, keduanya adalah pilot uji coba Angkatan Laut AS yang sudah pensiun dan mengukir sejarah sebagai astronot pertama yang terbang dengan Starliner milik Boeing pada bulan Juni 2023. Starliner sejak saat itu tidak dapat dioperasikan lagi karena kendala teknis, sehingga menunda kepulangan mereka.
Peluncuran berlangsung saat Wilmore dan Williams sedang tidur dalam jadwal harian ISS mereka, menurut Dina Contella, Wakil Manajer program ISS NASA. Tim Crew-10 diharapkan tiba di pos terdepan orbital pada hari Sabtu pukul 11:30 malam ET, mengawali rotasi kru yang telah lama ditunggu-tunggu yang akan memungkinkan Wilmore dan Williams untuk kembali ke rumah.
NASA dan SpaceX meluncurkan Crew-10 untuk kelangsungan misi ISS
Keberangkatan mereka dijadwalkan pada hari Rabu paling cepat pukul 4 pagi ET (0800 GMT). Bersama mereka akan ada astronot NASA Nick Hague dan kosmonot Rusia Aleksandr Gorbunov, keduanya tiba di ISS pada bulan September dengan pesawat SpaceX Crew Dragon. Pesawat ruang angkasa itu sengaja diluncurkan dengan dua kursi kosong yang disediakan untuk Wilmore dan Williams, memastikan opsi pengembalian cadangan di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut tentang keandalan Starliner.
Misi Crew-10 akan mempertahankan kehadiran selama enam bulan di ISS, melanjutkan penelitian ilmiah dan aktivitas pemeliharaan. Awak baru tersebut terdiri dari astronot NASA Anne McClain dan Nichole Ayers, Takuya Onishi dari Jepang, dan kosmonot Rusia Kirill Peskov. Kedatangan mereka memastikan operasi berkelanjutan di atas ISS sementara NASA dan mitranya mengatasi tantangan seputar program awak komersial Boeing.
Rotasi kru terbaru ini menggarisbawahi ketergantungan berkelanjutan pada SpaceX untuk transportasi astronot yang aman dan efisien ke dan dari ISS . Starliner Boeing, yang awalnya dikembangkan sebagai alternatif untuk Crew Dragon milik SpaceX, tetap dalam pengawasan ketat saat NASA mengevaluasi kelayakan masa depannya di sektor penerbangan antariksa komersial. – Oleh MENA Newswire News Desk.
