MENA Newswire News Desk: Jumlah korban tewas akibat banjir parah di Spanyol selatan dan timur telah melonjak menjadi 211, menurutPerdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. Bencana tersebut, yang berpusat di wilayah Valencia, menandai salah satu insiden banjir paling mematikan di Spanyol dalam beberapa dekade, yang mendorong peningkatan respons darurat nasional.

Perdana Menteri Sanchez, dalam pidato yang disiarkan di televisi, mengonfirmasi bahwa pemerintah telah mengerahkan 10.000 tentara dan polisi tambahan untuk membantu operasi pencarian, penyelamatan, dan pertolongan. Respons yang ditingkatkan tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak, membersihkan puing-puing, dan memulihkan infrastruktur penting di daerah yang terkena dampak parah.
Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska Gómez memperingatkan bahwa jumlah korban mungkin terus bertambah karena petugas tanggap darurat berupaya menemukan puluhan orang yang masih hilang. Menteri tersebut menyoroti tingkat kerusakan di Valencia, wilayah yang paling parah dilanda banjir, tempat para pejabat melaporkan sebagian besar korban tewas.
Selama seminggu terakhir, hujan deras mengguyur pesisir Mediterania Spanyol, dan wilayah Valencia mengalami curah hujan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah setempat melaporkan bahwa banjir bandang tersebut menyebabkan sungai meluap, menggenangi wilayah perkotaan, mengganggu jaringan transportasi, dan membuat ribuan penduduk terlantar.
Pemerintah telah menghimbau warga untuk mengikuti petunjuk evakuasi dan keselamatan, karena hujan yang terus turun dan kondisi yang tidak stabil terus menimbulkan risiko. Pemerintah telah mengaktifkan dana darurat untuk mendukung pemerintah daerah di wilayah yang terkena dampak, dan organisasi bantuan internasional juga telah mulai memobilisasi dukungan.
Selain bantuan langsung, pihak berwenang juga fokus untuk memastikan pasokan makanan dan medis sampai ke masyarakat yang terisolasi. Sekolah dan bisnis di daerah yang terkena dampak tetap tutup, dengan kerusakan struktural yang parah tercatat di beberapa kotamadya. Krisis banjir telah memicu seruan luas untuk infrastruktur yang lebih tangguh di Spanyol, karena para pejabat menekankan perlunya mengurangi risiko dari bencana terkait iklim di masa mendatang.
Para ahli meteorologi telah mengaitkan tingkat keparahan yang tidak biasa dari banjir ini dengan perubahan iklim, dengan mencatat bahwa Eropa selatan semakin sering mengalami peristiwa cuaca ekstrem dalam beberapa tahun terakhir. Bencana ini menggarisbawahi kerentanan Spanyol terhadap cuaca ekstrem, yang menimbulkan kekhawatiran atas kesiapan menghadapi peristiwa semacam itu di daerah yang berpenduduk padat.
